Peluang Emas Pengembangan Ayam KUB, BRMP Riau Persiapkan Indukan Untuk Hasilkan 6.400 DOC
Kegiatan produksi bibit sumber ayam spesifik lokasi BRMP Riau dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kegiatan perbibitan ini mendatangkan DOC (Day Old Chick) ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitbangtan).
Ayam KUB adalah ayam kampung galur murni hasil seleksi genetik dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dengan keunggulan dalam produksi telur tinggi (160-180 butir/tahun), pertumbuhan cepat, dan sifat mengeram yang rendah.
Pada tahap awal, DOC yang baru datang langsung dimasukkan ke dalam kandang brooder. Pemindahan ini bertujuan untuk memberikan lingkungan yang hangat, nyaman, dan terkontrol, sehingga anak ayam dapat beradaptasi dengan baik serta meminimalisir tingkat stres dan kematian. Kandang brooder juga berperan penting dalam menjaga suhu optimal yang dibutuhkan DOC pada fase awal pertumbuhan.
Setelah ditempatkan di kandang brooder, dilakukan penimbangan awal terhadap DOC. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bobot awal ayam sebagai data dasar dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan selama masa pemeliharaan.
Seiring bertambahnya umur, program kesehatan ayam dilaksanakan secara rutin. Pada umur 9 hari dan 21 hari, DOC diberikan vaksin Medivac dan Gumboro 2 untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, khususnya penyakit Gumboro yang kerap menyerang ayam pada usia dini. Selanjutnya, pada umur 28 hari, ayam kembali divaksin menggunakan vaksin Gumboro dan ND Lasota guna memberikan perlindungan lanjutan terhadap penyakit Newcastle Disease dan Gumboro.
Selain vaksinasi, DOC juga diberikan terapi obat dari Medion sebagai langkah pencegahan dan pengobatan untuk menjaga kesehatan ayam secara menyeluruh selama masa pemeliharaan. Ayam KUB sudah memasuki umur 7 minggu ini ditujukan untuk produksi daging dan dipersiapkan sebagai ayam indukan. Ke depan, ayam-ayam tersebut diharapkan mampu menghasilkan DOC berkualitas secara berkelanjutan.
Target yang ingin dicapai adalah produksi sebanyak 6.400 ekor DOC, sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan bibit ayam unggul dan meningkatkan produktivitas peternakan.